RAJAWARTA : Di Peringatan Hari anti Narkotika (HAN), Wakil Bupati Pasuruan KH Abdul Mujib Imron mengajak seluruh warga Pasuruan utamanya dari kalangan pelajar untuk menjauhi narkoba. Ajakan tersebut disampaikan Wabup di Dome Sentra Produk Unggulan Kabupaten Pasuruan, Bangil, Sabtu (27/07/2019) pagi.

Wabup yang akrab disapa Gus Mujib ini menerangkan, persoalan narkoba meruapakan pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Untuk tombaknya adalah perlindungan keluarga.

“Kembali ke keluarga adalah kunci yang paling utama. Kalau pondasi di dalam keluarga sudah sangat kokoh, Insya Allah aman dari godaan apapun. Termasuk narkoba. Tapi kalau pondasinya sangat rapuh, maka akan mudah terkontaminasi oleh pengaruh buruk yang datangnya dari luar,”kata Gus Mujib di sela-sela acara.

Menurutnya, untuk memerangi peredaran narkoba, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada para pelajar mulai dari SD, SMP dan SMA.

“Kalau pemerintah saja, saya yakin tidak akan mampu. Tapi semua pihak bersatu padu memerangi narkoba sampai ke akar-akarnya,” imbuhnya.

Aris Budi Pratikto, Kasi P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) pada BNN (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Pasuruan mengungkapkan, sepanjang tahun 2018, hasil pengungkapan kasus narkoba yang masuk dalam catatan Polres Pasuruan, didominasi kasus Sabu-sabu dan obat keras berbahaya seperti pil koplo. “Rata-rata usia pecandu atau yang tertangkap adalah usia produktif antara 18-35 tahun. Kita hanya bisa mengeliminir, kalau untuk mengeradikasi tidak bisa, karena narkoba itu juga digunakan dalam pengobatan,” jelasnya. (hms/psrn)