RAJAWARTA : Berbagai bantuan terus mengalir kepada Pemerintah Kota Surabaya (Pemkos) untuk menangani pandemi Covid-19. Yang terbaru, pemkot mendapatkan bantuan 1 unit iPonatic full automated portable nucleic acid detection system atau PCR portable dari Yayasan Pelangi Hidup Bersama (YPHB).

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Yayasan yang baru didirikan pertengahan April 2020 ini merupakan gabungan dari berbagai elemen masyarakat, yaitu dari kalangan tokoh agama, akademisi, pengusaha, praktisi dan media Jawa Pos. Salah satu tujuan didirikannya yayasan ini adalah untuk menyatukan inisiatif dan memperkuat daya tahan bersama dalam menghadapi serangan wabah Covid-19.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Ketua Yayasan Pelangi Hidup Bersama Muhammad Zakki mengatakan bantuan yang diterima langsung oleh Wali Kota Risma ini sudah merupakan bantuan yang ke-6 kalinya yang dikirim oleh yayasannya kepada Pemkot Surabaya. Tahap pertama ada bantuan untuk 239 petugas yang mengurusi jenazah pasien Covid-19 yang diserahkan 21 April. Kedua, bantuan 20 ton beras pada 27 April. Ketiga, bantuan 1.610 masker N95 dan 2.400 rapid test yang bekerjasama dengan Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Kemudian yang keempat, pada Mei lalu YPHB membantu 1.200 unit rapid test ke Pemkot Surabaya. Kelima, YPHB membantu 16 ribu Hazmat dan masker N65 ke 22 RS yang secara simbolis diserahkan kepada Wali Kota Risma pada 5 Juni 2020. “Jadi, ini bantuan yang keenam kalinya kepada Pemkot Surabaya,” kata dia.

Zakki menjelaskan bahwa bantuan PCR portable ini dipilih karena memang saat ini yang dibutuhkan oleh Surabaya adalah alat PCR, mengingat pasien yang harus diperiksa sangat banyak. Harapannya, bantuan alat ini bisa membantu Pemkot Surabaya dalam memutus mata rantai penyabaran Covid-19 dengan cepat.

“Yang paling penting, bantuan dari teman-teman ini sebagai apresiasi kinerja Bu Wali yang 24 jam tercurah waktunya untuk menangani dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya,” tegasnya.

Ia juga menyadari bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian dalam menangani Covid-19 ini, makanya dengan berbagai bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak ini, diharapkan bisa sedikit meringankan beban pemkot dalam menangani Covid-19 ini.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada Yayasan Pelangi Hidup Bersama (YPHB) yang telah membantu PCR portable ini. Menurutnya, alat ini akan sangat bermanfaat bagi warga Kota Surabaya untuk melakukan pemeriksaan swab.

“Alhamdulillah ini dibantu saat kita sudah selesai membangun Labkesda, sehingga tidak perlu lagi memindah alat yang ada di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya,” kata Wali Kota Risma.

Menurutnya, Labkesda milik Pemkot Surabaya sudah selesai. Jika tidak dibantu PCR oleh YPHB, peralatannya memang mengambil yang ada di BBTKLPP. Namun, hal itu urung dilakukan karena sudah ada bantuan ini.

“Kalau kita ambil dari BBTKLPP itu minimal prosesnya paling cepat 4 hari, karena harus disterilkan dan sebagainya, artinya selama 4 hari itu tidak bisa melayani pemeriksaan swab, makanya Alhamdulillah ini dibantu, sehingga nanti kalau sudah selesai melakukan pemeriksaan di lapangan, alat ini bisa digunakan di Labkesda kita, karena di sana akan buka 24 jam nonstop” pungkasnya. (*)