RADJAWARTA : Dalam rangka menyambut malam Nisfu Syakban Pengurus PWNU Jawa Timur membagi-bagikan 1.440 kue apem kepada pengendara yang melintas di depan Kantor PWNU Jatim. ‘ritual’ seperti ini di kalangan NU dikenal dengan sebutan megengan.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Dalam acara bagi-bagi kue apem ini, pengurus PWNU mengundang puluhan yatim piatu untuk dilibatkan di acara megengan ini.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Hari ini kami memberikan santunan kepada anak-anak yaitu piatu. Sekaligus karena bertepatan dengan ‘Nisfu Syakban’, kami ajak mereka untuk membagikan kue apem kepada pengendara yang melintas di jalan raya. Jumlah 1.440 kue apem yang kami bagikan mengacu pada tahun hijriah sekarang ini,” jelas Ketua Care-Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jatim Ahmad Afif Amrullah (20/4).

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Afif menjelaskan, pada malam nisfu syakban segala amalan manusia selama setahun dilaporkan para malaikat kapada Allah. Malam nisfu Syakban juga dikenal sebagai malam pengampunan.

“Kita kemudian saling meminta maaf kepada seluruh saudara dan kerabat, simbolisasinya menggunakan kue apem,” ujarnya.

Nah ujar Afif, dalam tradisi Jawa bagi-bagi kue apem seperti ini di malam Nisfu Syakban dikenal dengan sebutan Megengan. Megengan, menjadi pertanda bahwa sebentar lagi akan datang tamu istimewa, yaitu bulan suci Ramadhan.

“Karenanya dalam kesempatan ini kami juga mengingatkan bahwa sebentar lagi akan datang bulang suci Ramadhan. Sekaligus kami mengajak kepada para elit politik dan segenap masyarakat yang baru saja melaksanakan Pemilu 2019 agar saling memaafkan. Mari kita bersama-sama berdoa agar hasil Pemilu 2019 dapat membawa kebaikan bagi bangsa Indonesia,” pungkasnya (sbr/ant*)