foto/ant

RADJAWARTA : Menghadapi Bulan Ramadhan diperkirakan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun kekurangan bawang putih, oleh karena itu rencananya Pemkot Madiun berencana meminta pasokan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Hal tersebut harus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga di pasar.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Menurut Sektetaris Daerah Kota Madiun Rusdiyanto permintaan tambahan bawang putih ini bertujuan untuk menjaga stok bawang putih dimana tingkat kebutuhannya cenderung meningkat.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Kebutuhan bawang putih kita sebanyak 4 ton. Kita mintakan bantuan pasukan emapt kali lipatnya sebanyak 16 ton untuk mencukupi kebutuhan pasar,” ujarnya disela memimpin rakor tim pengendalian inflasi daerah (TPID). Di Balai Kota Madiun (24/4).

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Dia menjelaskan, setiap bulan puasa tiba, kebutuhan pokok selalu mengalami kenaikan, seperti beras, telor, minyak goreng, tepung, daging dll disebabkan karena pasar kekurangan.

Selain menambah pasokan, selama Ramadhan nanti, TPID Kota Madiun juga akan rutin menggelar operasi pasar. Tujuannya, mengantisipasi penimbunan barang dan mengantisipasi lonjakan permintaan pasar.

Selain itu, Pemkot Madiun juga akan menggelar sosialisasi maupun “talk show” sesuai rekomendasi dari Bank Indonesia.

Seperti diketahui, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Madiun mulai mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadhan. Kenaikan paling signifikan terjadi untuk komoditas bawang putih dan bawang merah.

Harga bawang putih di pasar tradisional Kota Madiun mencapai Rp45.000 per kilogram. Harga tersebut naik bertahap dari harga normal di kisaran Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Sedangkan harga bawang merah mencapai Rp40.000 per kilogram dari biasanya Rp18.000 per kilogram. (sbr/ant)