RAJAWARTA : Gerak Jalan Perjuangan (GJP) Mojokerto-Surabaya yang digelar setiap tahun masih tetap menjadi icon bagi warga Surabaya, terbukti sejak sore hari para penonton memadani tepi jalan yang dilalui peserta GJP 2019.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Peserta dan penonton bersenyawa dalam mengenang semangat jasa para pahlawan dalam mengusir penjajah. Semangat kepahlawanan itu tercermin pada pasangan suami Istri (Pasutri) Herry Setiawan (31) dan Eni Sudarwati (31).

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Meski hanya sebagai penonton, Pasutri ini mengaku bangga atas semangat perjuangan para pahlawan dalam mengusir penjajah. Atas alas tersebut, Herry dan Eni tidak mau melewatkan kesempatan tahunan ini untuk melihat semangat perjuangan generasi penerus.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Ditemui rajawarta di Jalan Diponegoro Surabaya, Herry mengaku GJP merupakan momen penting yang tidak boleh dilewatkan. “Iya, saya selalu menemani istri saya kemana saja, termasuk nonton GJP. Bagi saya GJP harus dilihat, dan semua generasi muda harus melihatnya, agar kita tahu dan selalu mengenang semangat perjuangan para pahlawan,” jelasnya (16/11) malam.

Menurut Herry, sebenarnya tahun ini ingin ikut GJP namun karena ada kendala, sehingga niatnya untuk ikut GJP tertunda. “Tahun ini sebenarnya ingin ikut GJP, bahkan saya sudah janjian dengan teman untuk ikut perorangan. Tapi karena kendala akhirnya tidak jadi,” jelasnya.

Sementara Eni, ibu dua orang anak ini juga bernada sama dengan Herry. Dia mengatakan, hampir setiap tahun dirinya tidak mau melewatkan ivent penting ini. “Dulu waktu masih bujang saya hampir tidak pernah absen melihat GJP, bahkan sampai sekarang,” kisahnya kepada rajawarta.

Menariknya, di GJP ini dirinya membawa kedua anaknya Nafis (6), dan Aisyah (7). Saat ditemui rajawarta, putra pertamanya terlihat gembira dan sesekali mencium adiknya yang sedang tertidur lelap di trotoar berlaskan selimut. “Kita bawa anak-anak agar tahu semangat juang para pahlawan. Saya akui setelah punya anak agak jarang nonton GJP, tapi lebih sering daripada nggaknya,” ucap warga Jemursari ini.