RAJAWARTA Musim hujan telah tiba. Banjir atau genangan air mulai menghatui warganya. Seperti di daerah lain sang kepala Daerah menyambut musim hujan dengan segala antisipasi. Asa yabg diinginkan, adalah agar warganya terbebas dari genangan air, maupun banjir.

Begitu juga, Kota yang diarsiteki Eri Cahyadi. Ketika turun hujan, Waliota besutan PDIP itu langsung turun ke lapangan untuk memantau, daerah mana saja yang masih rawan genangan air.

Beruntungnya, Kota Surabaya lebih siap jika dibanding dengan Daerah lain. Alhasil, Kota dengan sejuta pohon ini, mampu menghalau genangan air.

Meski sudah cukup aman dari genangan air apalagi banjir, Budi Leksono politisi PDIP Yos Sudarso ini menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada.

“Jadi saya sangat mengapresiasi langkah Walikota yang sudah melakukan antisipasi, bahkan Surabaya lebih siap dalam menyambut musim hujan,” ujar Bulek sekretaris Komisi A Yos Sudarso (19/11/2021).

Apresiasi sangat layak disematkan ke Walikota, sebab, jauh sebelum musim hujan tiba Walikota sudah melakukan langkah-langkah antisipasi. Misalnya, Pemkos membersihkan hampir seluruh selokan, sungai mulai dari pusat kota hingga ke perkampungan. “Jadi menurut saya langkah Walikota sangat layak mendapat apresiasi,” cetusnya.

Meski begitu lanjut Bulek, Langkah progresif Walikota ini tidak akan berjalan maksimal kalau tidak mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat. “Terutama dukungan dari Camat, dan lurah,” ujarnya.

Dukungan Camat dan Lurah tutur Bulek, menjadi kunci keberhasilan Walikota dalam melayani warganya. “Semangat gotong royong di berbagai lapisan sangat dibutuhkan guna mengawal program Pemkos,” tukasnya.

Oleh karena itu, Bulek menaruh asa agar Camat dan Lurah harus selalu aktif memantau wilayahnya masing-masing. “Nah, ketika mereka aktif mamantau wilayahnya. Maka semua persoalan akan dengan mudah diatasi,” ujarnya.

Selain hal tersebut diatas lanjut Bulek, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian Pemkos, diantaranya, melakukan perantingan pohon, pengawasan terhadappapan reklame, dan tidak kalah pentingnya memaksimalkan pemanfaatan mata elekronik (CCTV).

Bahkan kalau perlu ungkap Bulek, Pemkos harus memasang mata elektonik di beberapa titik sungai yang rawan menimbulkan genangan air. “Pemkos bisa memantau sungai mana saja yang mulai tidak bisa menampung air dengan CCTV,” ujarnya.

Manfaat CCTV tidak hanya berhenti disitu, tapi CCTV juga bisa dimanfaatkan memantau aktifitas masyarakat di sekitar Sungai. Misalnya membuang sampah ke sungai dll.

Dia menambahkan, ketika hujan sedang berlangsung, Pemkos harus menempatkan petugasnya di titik-titik tertentu. “Di traffic light, di tepi sungai, lokasi genangan banjir, dan seterusnya,” ulasnya.

Asa dari hal tersebut tukas Bulek, semata untuk memberikan pelayanan maksimal terhadap warga Kota. “Jadi para petugas itu, selalu siap mengulurkan tangannya ketika masyarakat dalam kesulitan,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email