RAJAWARTA : Pelanggaran lalu lintas di Jambatan Layang Waru, Sidoarjo menjadi pemandangan rutin bagi yang melintas di Jembatan yang menjadi pembatas antara Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Siang dan malam para pengendara yang melintas ke arah Sepanjang dari Jembatan Layang atau sebaliknya tanpa rasa takut melanggar rambu lalu lintas. Entah apa alasannya, sehingga mereka (pelanggar rambu lalin) berani bertaruh nyawa.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Namun yang pasti tatkala mereka ditanya kenapa berani melanggar rambu lalin. Jawabannya beragam, meski terkadang terdengar lucu dan tidak masuk akal.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Berdasarkan pantauan rajawarta di Jembatan Layang Waru, sekitar pukul 10.00 WIB, pagi. Para pengendara terlihat tertib alias tidak melanggar rambu lalin tatkala polisi Lalu lintas sedang berjaga, namun ketika polisi meninggalkan lokasi pelanggaran itu kembali terjadi.

Sementara traffic light di sekitar Jembatan Layang seakan hanya menjadi melengkap interior kota. Bagaimana tidak? Meski ada traffic light pelanggaran lalu lintas disana terus terjadi dan terulang.

Dari hasil interview dengan berbagai sumber, rajawarta mendapat kesimpulan bahwa tingkat kesadaran dan kepatuhan pengguna jalan, utamanya pengguna kendaraan roda dua tergolong masih rendah.

Sehingga, masih banyak pengendara yang berani. bertaruh nyawa di jalan. Padahal mereka sadar bahwa yang mereka lakukan melanggar lalu lintas dan membahayakan dirinya dan orang lain.

Berikut beberapa pelanggaran Lalin di kawasan Jembatan Layang Waru, sidoarjo yang berhasil direkam rajawarta :