RAJAWARTA : Diakui atau tidak keterlibatan pihak ketiga dalam proses pengurusan Ijin, seperti pengurusan SPPL, UKL-UPL, Amdal, IL, IPAL dan TPS Limbah B3 di Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Surabaya, hingga saat ini masih ‘bergentangan’

Untuk itu, Berbagai upaya pun dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar warga Kota Pahlawan tidak berhubungan dengan pihak ketiga (calo).

Salah satu upaya DLH Pemkot Surabaya yang sangat berdampak positif adalah Bimbingan Teknik (Bimtek) pengurusan Ijin. “Perlu diketahui bahwa Bimtek ini gratis tanpa dipungut biaya,” cetus Aly Murtadlo SST.MM, Kepala Bidang Pelayanan Perizinan DLH, Pemkot Surabaya (11/9/2019).

Salah satu tujuan dari Bimtek Ini, jelas Aly, meningkatkan kemampuan masyarakat untuk bisa mengurus perijinan sendiri tanpa tergantung pada pihak ketiga. “Kegiatan seperti ini (bimtek) sudah berlangsung sejak bulan februari 2019, dan jumlah pesertanya sudah lebih dari 1000 orang,” jelas Aly.

Buah dari Bimtek ini menurut Aly, cukup banyak, diantaranya memberikan informasi kepada masyarakat prosedur perizinan di DLH. manfaat berikutnya, menyelaraskan pemahaman terkait proses perizinan lingkungan antara pemkot, pemohon dan pihak ketiga yang terlibat dengan proses izin yang transparan. “Ingat..!!! Biimtek ini tanpa dipungut biaya,” cetusnya.

Manfaat lainnya yang cukup baik, menurut Aly, dirinya bisa mendapatkan saran dan masukan dari peserta untuk perbaikan pelayanan di DLH.

Dengan bernada bangga Aly mengaku, sejak adanya bimtek yang diprakarsai DLH dan dari buah kreasi dirinya berdampak pada peningkatan permohonan izin yang mengajukan ke DLH. “Jika dilihat dari target output izin yang diterbitkan hingga bulan agustus sudah melebihi 100%, bahkan ada yang mencapai 200%,” ujarnya.

Tidak hanya tersebut diatas, dampak lain dari bimtek ini, meningkatkan ketepatan waktu proses karena antara pemkot dan pemohon sudah sinkron pemahamannya. “Pengembalian berkas dari pemohon sudah banyak berkurang. Dan yang tidak kalah pentingnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan DLH kian meningkat. Indikatornya, berkurangnya komplain,” pungkasnya.