METRO  

Menghadirkan Mahfud MD, BEM Universitas Airlangga Gelar Forum Demokrasi

Surabaya, 14 November 2025 — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM UNAIR) melalui Kementerian Politik dan Kajian Strategis resmi menyelenggarakan DIRAYA (Diskusi Bersama Rakyat) 2025, sebuah forum dialog publik yang membahas arah demokrasi dan kedaulatan rakyat di Indonesia.

Acara ini berlangsung di Aula A.G. Pringgodigdo, Fakultas Hukum Universitas Airlangga dan dihadiri sekitar 700 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum. Dengan mengusung tema “Kemana Arah Demokrasi dan Kedaulatan Rakyat Indonesia?”, DIRAYA dirancang sebagai langkah strategis untuk mempertemukan masyarakat dengan para tokoh yang memiliki pengalaman langsung dalam dinamika pemerintahan.

Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai seminar, tetapi juga menjadi ruang diskusi yang setara antara publik dan para pemikir demokrasi, sejalan dengan tujuan yang tercantum dalam Proposal DIRAYA 2025.

Ketua Pelaksana DIRAYA 2025, Rudi Hartono – mahasiswa Ilmu Politik Universitas AirlanggA angkatan 2024 – menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari refleksi kritis terhadap kondisi demokrasi Indonesia pasca reformasi. Menurutnya, penguatan konsentrasi kekuasaan dan terbatasnya ruang partisipasi publik membuat demokrasi kehilangan rohnya.

“Dua puluh tujuh tahun pasca reformasi, demokrasi yang dulu diperjuangkan kini tampak kehilangan jiwanya. Partisipasi rakyat sebagai sumber legitimasi belum mendapat ruang yang memadai,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Dalam kesempatan yang sama, Satria Abdi, Menteri Politik dan Kajian Strategis BEM Universitas Airlangga, menegaskan bahwa DIRAYA merupakan terobosan penting dalam upaya mengembalikan fungsi rakyat sebagai pemilik kedaulatan.

“Kalau dari kami melihat, hadirnya DIRAYA ini bukan sekadar acara seminar, tetapi sebuah langkah baru yang mempertemukan orang-orang yang pernah berada dalam ranah pemerintahan dengan kita sebagai masyarakat. Harapannya, forum ini benar-benar membuka wawasan tentang bagaimana demokrasi berjalan selama ini, dan apakah kita sudah betul-betul berdaulat sebagai rakyat Indonesia”

DIRAYA menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Airlangga Pribadi Kusman, S.IP., M.Si.,Ph.D., akademisi Ilmu Politik Universitas Airlangga, serta Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud MD,S.H., S.U., M.I.P., tokoh hukum dan demokrasi nasional.

Airlangga Pribadi menyoroti penyempitan ruang publik dan meningkatnya dominasi elit yang mengikis makna kedaulatan rakyat .

Sementara itu, Prof. Mahfud MD menjelaskan dinamika hukum dan kebijakan publik, termasuk revisi sejumlah undang-undang yang dinilai berpotensi melemahkan demokrasi konstitusional dan mempersempit kontrol rakyat terhadap penyelenggaraan negara.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow interaktif yang memungkinkan peserta mengajukan pertanyaan, menyampaikan pandangan, dan menyuarakan kritik terhadap kondisi demokrasi saat ini.

Format dialog terbuka ini menjadi ciri utama DIRAYA sebagai forum partisipatif antara mahasiswa dan publik, sebagaimana dirumuskan dalam mekanisme pelaksanaan kegiatan.

Melalui Menko Pergerakan M. Rizqi Senja Virawan dalam sambutannya, BEM Universitas Airlangga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang edukasi politik yang substantif dan membangkitkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya peran rakyat. Forum ini diharapkan menjadi momentum untuk meneguhkan kembali demokrasi sebagai sistem yang hanya dapat berjalan ketika rakyat tidak sekadar dipimpin, tetapi juga ikut membersamai proses demokrasi yang ada.

“BEM UNAIR berkomitmen untuk menghadirkan ruang edukasi politik yang substantif serta membangkitkan kesadaran kolektif tentang pentingnya peran rakyat dalam sistem demokrasi. Semoga forum ini menjadi momentum untuk meneguhkan demokrasi sebagai sistem yang hanya dapat berjalan ketika rakyat tidak sekadar dipimpin, tetapi juga ikut membersamai proses demokrasi yang ada,” tegas Rizqi Senja