RAJAWARTA : Kerjasama BNN dan Kemenag Jawa Timur yang telah bersapakat bebas narkoba menjadi syarat untuk menikah mendapat dukungan penuh dari Khofifah Indar Parawansa (KIP) Gubernur Jawa Timur.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Dukungan tersebut disampaikan Khofifah dalam kunjungannya ke Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri (21/7). Khofifah menilai kalau ukurannya untuk kelangsungan rumah tangga ke depannya, maka semua pihak harus setuju.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Lah mosok sih ora setuju, kalau dari sisi kebutuhan, keamanan, proteksi maka itu akan sangat membantu bagaimana sebetulnya sebuah rumah tangga yang diharapkan menjadi keluarga yang sakinah. Ketenangan itu ya kalau sama sama clear (bersih). Kalau mereka sudah bersetuju membangun  berumah tangga diketahui positif urine nya, saya rasa akan saling menjaga,” kata Khofifah.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Khofifah menaruh asa, agar masyarakat bisa mengambil sisi positif dari ketentuan tersebut.

“Karena sebetulnya kan drug user, sesuatu yang bisa dihentikan. Ayo rehab dulu, setelah rehab kemudian saling menjaga. Menurut saya positifnya kita ambil dan untuk bisa menjaga keluarga yang punya ketahanan,” pungkasnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, bahwa Kemenag dan BNN Provinsi melemparkan wacana sebuah aturan agar setiap calon pengantin yang akan menikah wajib menyertakan hasil test bebas narkoba.