RAJAWARTA : Pembahasan anggaran Dispora Pemkot Surabaya di Komisi D DPRD Yos Sudarso ditemukan banyaknya kejanggalan, mulai kode rekening hingga jumlah anggaran yang dinilai mencurigakan. Atas dasar tersebut pembahasan anggaran Dispora untuk sementara dihentikan.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Temuan tersebut diungkap Dr Akmarawita Kadir di ruang Fraksi Partai Golkar. Menurutnya, pembahasan anggaran yang diajukan Dispora untuk sementara dipending sementara, karena ada beberapa kejanggalan yang harus dijelaskan oleh pihak Dispora.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Ada perbedaan kode rekening Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang diberikan dengan yang dibacakan berbeda,” jelas Sekretaris Komisi D DPRD Yos Sudarso kepada rajawarta (4/11).

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Hal lain yang perlu mendapat perhatian Dispora tutur Akma, terkait dengan anggaran pembangunan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) di Benowo dimana jumlahnya cukup fantastis.

Menurutnya, jumlah anggaran milyaran rupiah untuk pembangunan GBT yang diajukan Dispora ke Komisi D DPRD Yos Sudarso tanpa dilengkapi dengan rincian anggaran.

“Sarana dan prasarana untuk pembangunan GBT Rp 52 Miliar ini, tanpa ada detail pengunaan anggaran untuk apa,” ujarnya.

Adik Kandung Adies Kadir ini menjelaskan, tidak hanya masalah kode rekening dan anggaran Pembangunan GBT. Masalah lain yang cukup mencengangkan adalah anggaran pengadaan tenis meja, dimana pos anggarannya cukup mencurigakan.

“Pengadaan tenis meja sebesar Rp 26 miliar. Yang menjadi tanda tanya besar, anggaran tersebut dimasukkan pada pos anggaran sarana lapangan tembak,” tukasnya.

Akma menambahkan, berdasarkan temuan Komisi D ini, menunjukkan bahwa konstruksi anggaran Dispora yang diajukan belum terencana dengan baik.

“Artinya temuan ini menunjukan perencanaan anggaran di dispora kurang baik. Komisi memutuskan tidak membahas anggaran Dispora tahun 2020 sampai Dispora mau melakukan perbaikan,” pungkasnya ($$$)