BANGGA PRAMUKA: Inovasi Surabaya Lepas Citra Monoton dan Cetak Tiga Rekor MURI

SURABAYA – Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Surabaya melakukan gebrakan besar untuk membangkitkan kembali semangat kepramukaan di kalangan generasi muda dan milenial. Upaya ini memuncak pada peringatan wafatnya Bung Karno yang digelar serentak di puluhan titik di Surabaya, termasuk Gelora Bung Tomo (GBT), Tugu Pahlawan, hingga berbagai sekolah dan universitas.

Acara yang berlangsung meriah tersebut berhasil memecahkan tiga rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sekaligus, melibatkan ratusan ribu peserta dari tingkat TK hingga perguruan tinggi.

Tiga Rekor MURI dan Edukasi Karakter sejak Dini
Dalam acara tersebut, tercatat tiga pencapaian besar yang berhasil memecahkan rekor MURI pada tanggal 20 Juni 2026:

1. Membasuh Kaki Orang Tua oleh 130.000 Peserta: Aksi ini diikuti oleh siswa tingkat TK hingga mahasiswa. Untuk tingkat TK, mereka disebut sebagai Pra-Siaga, sebuah program pengenalan dini nilai-nilai Pramuka dan bakti kepada orang tua.
2. 65.000 Pramuka Garuda: Sebanyak 65.000 anggota yang telah lolos verifikasi tingkatan Pramuka Garuda turut serta dalam prosesi sungkem dan membasuh kaki orang tua, di mana orang tua mereka kemudian mengalungkan medali penghargaan. Angka 65.000 ini dipilih secara khusus untuk menyambut Hari Pramuka yang ke-65 pada bulan Agustus mendatang.
3. Aksi Semaphore Serentak: Ribuan peserta secara bersamaan memperagakan sandi semaphore yang mengirimkan pesan bertajuk:Pramuka Surabaya Hebat, Indonesia Kuat. Wani, Wani, Wani!

Peristiwa bersejarah ini disampaikan Hj. Siti Mariyam SH ke ruang rapat komisi C DPRD Kota Surabaya saat ditemui media.

Politisi PDIP Kota Surabaya menyebutkan, Inovasi ini sengaja dirancang untuk mengubah sudut pandang anak muda terhadap Pramuka yang selama ini sering dianggap monoton. Di era digital dan media sosial, Pramuka Surabaya ingin membuktikan bahwa kegiatan kepanduan bisa dikemas secara spektakuler dan membanggakan.

“Melalui program Pramuka cerdas dan berkarya, diharapkan para generasi muda dapat terlindungi dari dampak-dampak negatif lingkungan luar melalui pencegahan berbasis penguatan karakter,” tutur wanita Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Surabaya.

Dorong Pengadaan Bumi Perkemahan Terbaik
Meski sukses besar, pelaksanaan acara ini sempat menghadapi tantangan kapasitas lahan, mengingat tidak semua kecamatan memiliki lapangan yang memadai. Akibatnya, kegiatan harus diintegrasikan ke 36 titik sentral di Surabaya.

Menyikapi hal tersebut, pihak Kwarcab Surabaya menegaskan pentingnya fasilitas penunjang yang representatif bagi kegiatan kepanduan di masa depan.

“Pemerintah Kota diharapkan dapat segera merealisasikan pengadaan Bumi Perkemahan Surabaya yang dilengkapi dengan fasilitas outbound terbaik se-Indonesia,” ujarnya penuh harap.

Selain sebagai wadah pendidikan moral dan kemandirian tunas bangsa, fasilitas ini diyakini dapat menjadi sektor potensial untuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.