suara

RADJAWARTA : Pernyataan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto nomor urut 02 dalam acara bertema Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019 (14/5) yang akan memboikot hasil pemilu 2019 ‘diramesi’ politisi Partai Demokrat (PD), Andi Arief.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Wakil Sekjen Partai Demokrat ini menilai pernyataan Prabowo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta merupakan pernyataan jalan damai agar tidak terjadi kekerasan dan tanpa melibatkan massa.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Pemboikotan hasil pemilu adalah salah satu jalan damai tanpa kekerasan dan tanpa mobilisasi massa. Di beberapa negara yang pemilunya bermasalah banyak yg tempuh cara ini,” jelas Andi Arief (15/5).  

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Menurut Andi dalam orasi Prabowo terkesan ada ketegangan. Namun dengan ‘memboikot’ hasil pemilu, itu artinya cukup bijak dengan menempuh itu ini (memboikot hasil pemilu). “Ada ketegangan, tapi Pak Prabowo menurut saya cukup bijak dengan tempuh jalan ini,” tukasnya.

Andi lalu menjelaskan, bahwa dengan memboikot hasil pemilu, itu artinya Prabowo tidak memboikot Pemilu. Dengan begitu terkesan Prabowo mengakui kemenangan Capres 01 di Pilpres 2019.

“Pak Prabowo menyatakan akan memboikot perhitungan Pilpres. Bukan memboikot pemilu. Itu artinya, 02 pasti kalah dan 01 pemenangnya serta tidak berakhir di MK,” ucapnya.

“Setelah itu yg menjadi masalah adalah legitimasi Presiden terpilih. Karena pemboikotan bisa mengarah pembangkangan sipil,” pungkasnya. (sbr/tw)