RAJAWARTA : Salah satu kabar gambira untuk warga Jawa Timur adalah mulai H-7 hingga hari H Idul Fitri 1440 H angka Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) menurun secara signifikan. Turunnya angka Laka Lalin itu berdasarkan catatan Operasi Ketupat Semeru Polda Jatim.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera dikonfirmasi di Surabaya membenarkan kabar turunya angka Laka Lantas di Jawa Timur, bahkan Barung menyebut penurunan Laka Lantas mencapai 66 persen jika dibanding dengan tahun sebelumnya.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

“Pada 2018, dalam kurun waktu yang sama, jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 282 kasus. Sementara pada 2019 jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 97 kasus,” kata Barung sebagaimana terlansir di antara.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Barung mengatakan, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas di Jatim juga menurun drastis. Pada 2018, tepatnya pada H-7 hingga hari H Lebaran 2018, korban meninggal dunia akibat laka lantas di Jatim mencapai 31 orang. Sedangkan tahun ini korban meninggal Laka Lantas hanya 11 orang. “Artinya, penurunannya mencapai 65 persen,” ujarnya.

Penurunan jumlah luka ringan dan berat akibat Laka Lantas juga mengalami penurunan, tahun 2018 jumlah luka berat mencapai 33 orang, sedangkan tahun 2019 dengan periode yang sama 15 orang atau turun 55 persen.

Untuk korban Laka Lantas tahun 2019 juga mengalami penurunan, yakni 140 orang, sedangkan tahun sebelumnya 408 orang.

Barung menambahkan, seperti tahun-tahun sebelumnya jenis kendaraan paling banyak mengalami kecelakaan adalah sepeda motor pada periode yang sama.

Dalam catatan Polda Jatim disebutkan bahwa tahun 2019 untuk laka lantas sepeda motor ada 123 kasus kecelakaan lalu lintas. Sedangkan tahun 2018 361 kasus kecelakaan, itu artinya menurun 66 persen.

Untuk mobil barang juga mengalami penurunan hingga 65 persen. Pada tahun 2018 laka lantas yang melibatkan mobil barang 46 kasus sedangkan tahun ini hanya 16 kasus laka.

Bagaimana dengan mobil penumpang? Berdasarkan catatan hasil operasi semeru Polda Jatim disebutkan mobil penumpang juga mengalami penurunan hingga 51 persen. Pada tahun 2018 kasus kalanya 55 kasus sedangkan tahun 2019 ada 27 kasus.

“Begitu jugga laka lantas yang melibatkan bus, tahun ini menurun 58 persen jika dibanding dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu ada 12 kasus laka yang melibatkan bus, sementara tahun ini hanya 5 kasus,” tambahnya. (sbr/ant)