RAJAWARTA : AH Thoni, Wakil Ketua DPRD Surabaya bicara blak-blakan terkait keterlibatan dirinya terhadap problema penghuni Rusunawa milik Pemprov Jatim, utamanya terkait tunggakan penghuni dimana jumlah tunggakannya mencapai jutaan rupiah/penghuni.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Menurutnya, keterlibatan dirinya terhadap persoalan yang melilit penghuni rusunawa Gunungsari bermula dari pengaduan salah satu warga. Seiring dengan itu pengaduan terus bertambah hingga mencapai 20 orang dengan persoalan yang sama.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Melihat banyaknya warga yang mengadu akhirnya AH Thoni kian tergerak untuk menyelesaikan persoalan yang sedang mendera penghuni rusunawa Gunungsari. Apalagi puluhan warga itu adalah warga Surabaya.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Dan, menurutnya persoalan rusunawa Gunungsari menjadi pintu masuk bagi dirinya untuk mengeksplor konsep besarnya tentang pengelolaan Rusun dari rusunawa menjadi rusunami, baik di Surabaya maupun Pemprov Jatim.

Sebab lanjutnya, selama rusun masih menggunakan sistem sewa maka persoalan tunggakan penghuni rusun diperkirakan akan terus terjadi. Solusinya, adalah merubah dari sistem rusunawa ke rusunami.

Terkait hal tersebut, politisi Partai Gerindra ini berencana akan mengundang para imperator untuk membahas konsepnya. Apalagi tukasnya, sebagai wakil Ketua DPRD Yos Sudarso (legislator) Kota Surabaya dirinya punya hak menampung, menyerap, dan menindaklanjuti pengaduan dan aspirasi masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai legislator.

Untuk lebih lengkapnya, rajawarta menyajikan pernyataan AH Thoni secara visual di bawah ini :