RAJAWARTA : Imam Syafi’i politisi Partai Nasdem Kota Surabaya berencana akan memanggil Kasatpol PP Surabaya, Irvan Widyanto untuk mengklarifikasi dugaan aksi kampanye di acara Car Free Day (CFD) di Taman Bungkul (10/11). “Akan kita usulkan ke Komisi,” cetusnya.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Menurut Imam, dugaan aksi politik di Taman Bungkul Kemarin dilakukan oleh sekelompok massa yang meninginkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini or Risma tetap memimpin Surabaya. “Ada banyak spanduk yang bertuliskan dukungan terhadap Risma. Salah satunya “#Rismaselamanya,” jelas anggota Komisi A DPRD Yos Sudarso, Kota Surabaya (11/11).

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Imam melihat, Satpol PP kecolongan atas lancarnya gelaran aksi politik di Taman Bungkul. “Satpol PP kecolongan atau pura-pura tidak tahu,” cetusnya.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Imam menegaskan, beleid yang dikeluarkan Pemkot Surabaya tidak tebang pilih. Kalau memang CFD diperbolehkan dijadikan aksi politik maka orang lain tidak boleh dilarang.

“Kalau ada yang diperbolehkan menggelar aksi politik di area car free day, yang lainnya pasti tidak mau kalah. Karena itu kalau mau fair ya sekalian saja diperbolehkan untuk semua pendukung bakal calon walikota surabaya lainnya,” ujarnya.

Imam masih ingat dengan jelas apa yang pernah disampaikan Risma dalam sebuah kesempatan. Saat itu tuturnya, Walikota melarang acara CFD di Taman Bungkul dijadikan tempat aksi-aksi politik. “Bu Risma sendiri yang pernah mengatakan tidak boleh menggelar kegiatan politik di areal car free day,” tuturnya.

Kenapa Satpol PP yang dipanggil? Karena menurut Imam, Satpol PP juga punya tanggung jawab menjaga semua kegiatan di Taman Bungkul. “Selama ini satpol pp juga menjaga areal car free day. Termasuk mengusir dan menertibkan kalau ada kegiatan yang dianggap melanggar atau tidak patut,” jelasnya. ($$$)