RADJAWARTA : Dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan, Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengadakan peluncuran Tema Kegiatan Ramadhan 2019 bertajuk “Marhaban Ya Dermawan” dan Diskusi publik bertema “Berkah Ramadhan Percepat Pengentasan Kemiskinan”.

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Acara ini diselenggarakan di Rumah Makan Wong Solo di Jalan Merdeka No 18 Sumerta Kelod Denpasar pada hari Rabu (24/4/2019) pukul 11.00 wita sampai dengan selesai.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Peluncuran Tema Kegiatan Ramadhan 2019 dilaksanakan serentak di seluruh kota di Indonesia yang memiliki cabang lembaga kemanusiaan ACT.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Kegiatan peluncuran tema ramadhan 2019 mengundang lembaga amil dan zakat Se-Denpasar dan berbagai organisasi kemasyarakatan berbasis Islam. Acara ini turut mengundang H Mardi Soemitro selaku Ketua Jaringan Pengusaha Muslim (JPMI) Provinsi Bali dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali yaitu H Taufik As’adi S.Ag.

Ketua Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali, Arif Marsudi memberikan sambutan dalam pembukaan peluncuran Tema Ramadhan 2019. Menurut penjelasan Arif Marsudi kehadiran lembaga kemanusian ACT di Bali semata-mata untuk melengkapi dan bersinergi dengan lembaga kemanusiaan yang sudah ada di Bali.

“Kehadiran ACT di Bali bukan untuk mengambil lahan dakwah lembaga kemanusiaan yang sudah ada. ACT ada di Bai untuk saling bersinergi dan berkolaboraksi dengan lembaga sosial lainnya di Bali. Agenda pagi ini juga dilakukan di 34 Provinsi di Indonesia secara bersamaan. Semoga kegiatan pagi ini momentum untuk masyarakat bisa bersedekah untuk membangun umat” ungkapnya ke tamu undangan.

Sesi diskusi publik untuk menambah wawasan mengenai tema yang diangkat dipandu Ricky Brahmana sebagai moderator. H Taufik As.Adi S.Ag memaparkan pandangan mengenai kehadiran lembaga kemanusiaan terhadap santuan kaum dhuafa. Menurutnya keberadaan lembaga kemanusiaan dapat memberikan sebuah keadilan.

“Dalam mengemban risalah dakwah anak-anak yatim dan kaum dhuafa harus bisa berdaya dengan diberikan santunan dan modal. Pekerjaan rumah lembaga sosial dan Umat muslim untuk kaum dhuafa dan anak-anak yatim adalah memberikan sebuah keadilan” tuturnya.

Sementara itu, H Mardi Soemitro mengangkat materi sikap umat muslim dalam memberikan santunan untuk kaum dhuafa dan pola pikir masyarakat umat muslim untuk bersedekah. H Mardi Soemitro mengajak umat muslim untuk bersedekah dan berinfaq setiap saat tanpa menunggu momen Ramadhan.

“Jangan pernah melewatkan satu detik pun dalam hidup untuk bersedekah dan berinfaq. Dalam Al Quran sudah dijelaskan keberkahan memberikan sedekah dan infaq untuk kaum dhuafa. Kekuatan infaq dan shadaqoh begitu luar biasa. Rezeki tidak akan putus jika kita rajin berinfaq dan shadaqoh. Saya sudah membuktikan” ungkap pengusaha tempat kebugaran Hawa dan Adam Gym ini.

Kegiatan diskusi public ditutup dengan pernyataan dari Arif Marsudi mengenai kolaboraksi antar lembaga kemanusiaan.
“Problemantika kehidupan saat ini yang paling besar adalah kemiskina. Perlu adanya kolaboraksi baik antara semua lembaga kemanusiaan tidak hanya untuk umat muslim tapi untuk umat non muslim” tutupnya. (sbr/brt5)