RAJAWARTA : Setelah dua minggu pindah dari rumah lamanya, Jojoran Stal 5B, ke Rusunawa Gunungsari Surabaya yang difasilitasi Pemprov Jatim, banyak yang belum tahu kondisi terakhir Dina Oktavia ibu Kandung Pandhu Alamsyah (penderita penyakit hidrosefalus)

Ini berita bagus : 7 bacakada Jatim dapat rekomendasi PDIP

Untuk hal tersebut, rajawarta menemui Dina dan keluarga dengan didampingi Daniel Rorong relawan pendamping, Dina.

Video pilihan untuk Anda : Pak Menteri Tanggapi Penanganan covid 19 Kota Surabaya

Untuk mengetahui kondisi Dina dan Keluarga, rajawarta menginterview Daniel. Dalam keterangannya Daniel mengaku senang karena perkembangan psikologis Dina kian membaik. Hal tersebut tidak lepas dari derasnya dukungan dari berbagai pihak.

Video Pilihan Untuk Anda : Jatim dan Surabaya saling Tuding Terkait Data covid 19

Daniel mengungkapkan, dukungan juga datang dari Istri Wakil Gubernur Jatim, Arumi Bachsin. Kedatangan Arumi menjadi obat mujarab bagi Dina. Hal itu terlihat dari perubahan wajah Dina. Dimana sebelumnya terlihat murung, merasa sendiri, namun setelah dikunjungi Arumi Bachsin, wajah Dina terlihat lebih ceriah.

Oleh karena itu, Daniel sangat mendukung keinginan Dina yang ingin bertemu langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma).

Daniel yakin ketika Dina bisa bertemu dua wanita penting di Jatim dan Surabaya akan mempercepat pemulihan mental Dina. Oleh karena itu Daniel berharap, baik Gubernur atau walikota mau memenuhi keinginan Dina.

Keinginan lain yang membuat Daniel terkejut adalah ketika Dina menyampaikan keinginannya ke istri Wakil Gubernur Jatim, Arumi Bachsin bahwa dirinya (Dina) ingin melanjutkan kuliah. Dan, jurusan yang dipilih, bahasa inggris.

Dalam kesempatan itu pula, Dina mengucapkan terimakasih kepada warga Surabaya dan netizen yang mendukung dan mendoakan dirinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dina harus pindah rumah dari Jojoran Stal 5B ke Rusunawa Gunungsari karena rumah lama yang ditempati Dina dan Anaknya Pandu Alamsyah tidak layak huni.

Apalagi Dina dan Anaknya hanya ditemani ibunya, karena suaminya meninggalkan Dina setelah mengetahui anaknya menderita penyakit hidrosefalus.

Beruntung derita Dina dan Anaknya tersebut segera diatasi oleh Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim. Pemkot Surabaya menanggung beban pengobatan Pandhu, sedangkan Pemprov Jatim menggratiskan Rusunawa yang ditinggali Dina dan anaknya. (ss)

Berikut pernyataan Daniel Rorong Tentang Kondisi Terbaru Dina di Rusunawa Gunungsari :