Ketua DPRD Surabaya Soroti Layanan RS Soewandhie Usai Kericuhan Konser Denny Caknan: “Jangan Sampai Warga Tak Tertangani”

SURABAYA – Kericuhan yang terjadi dalam konser Denny Caknan di Surabaya Expo Center (eks Hi-Tech Mall/THR), Minggu (5/7/2026) malam, mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri.

Insiden tersebut dipicu jebolnya pagar pembatas akibat membludaknya penonton yang memadati lokasi konser gratis dalam rangka pembukaan Surabaya Expo Center sebagai ruang baru kreativitas anak muda di Kota Pahlawan.

Data awal mencatat sedikitnya delapan orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, dua korban merupakan petugas, sedangkan enam lainnya adalah masyarakat yang hadir di lokasi. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Mohammad Soewandhie untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, di tengah proses evakuasi, muncul keluhan dari sejumlah korban dan keluarga terkait pelayanan rumah sakit yang dinilai belum maksimal. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, khususnya RSUD dr. Mohammad Soewandhie dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dalam mengantisipasi kegiatan yang melibatkan ribuan massa.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengaku prihatin atas insiden yang menyebabkan sejumlah warga terluka. Ia menilai rumah sakit dan Dinas Kesehatan seharusnya telah mengantisipasi potensi terjadinya keadaan darurat pada acara berskala besar.”Mestinya sigap. Di mana ada kerumunan besar, secara otomatis harus bisa diantisipasi. Saya mendengar keluhan beberapa korban yang mengaku tidak tertangani dengan baik,” kata Syaifuddin usai meninjau lokasi kejadian.

Pria yang akrab disapa Kaji Ipuk itu menegaskan bahwa rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah harus selalu siap, baik dari sisi tenaga medis, sarana, maupun prasarana.

Ia juga mengungkapkan bahwa keluhan terhadap pelayanan di RSUD dr. Mohammad Soewandhie bukan kali pertama diterimanya.”Bukan kali ini saja. Saya sering menerima komplain warga terkait pelayanan kesehatan di RS Soewandhie. Tolong ini menjadi perhatian dan segera diperbaiki,” ujarnya.

Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan sektor yang sangat vital karena menyangkut keselamatan jiwa masyarakat. Karena itu, ketika terjadi insiden dengan korban dalam jumlah banyak, respons cepat menjadi hal yang tidak bisa ditawar.”Yang terjadi malah sebaliknya. Saya mendengar saat insiden terjadi tidak ada dokter jaga yang langsung menangani. Ini ironis, ketika Surabaya terus berbenah menjadi kota dengan pelayanan publik terbaik, justru masih muncul persoalan seperti ini,” tegasnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, DPRD Surabaya dalam waktu dekat akan memanggil Dinas Kesehatan Kota Surabaya bersama jajaran Direksi RSUD dr. Mohammad Soewandhie untuk meminta penjelasan sekaligus melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan saat kejadian.”Ini tidak bisa dibiarkan. Eman Suroboyo, kotanya sudah bagus, tetapi layanan kesehatannya masih dikeluhkan masyarakat. Mari kita perbaiki bersama,” pungkasnya.